Gigi juga dapat terkena gangguan kesehatan. Di antara beberapa jenisnya, karies gigi dan gigi berlubang merupakan gangguan rongga mulut yang paling sering terjadi. Karies gigi dan gigi berlubang merupakan dua gangguan rongga mulut yang saling berhubungan. Tapi kedua kondisi ini ternyata berbeda. Apa perbedaannya?

Pengertian karies gigi

Karies gigi adalah suatu penyakit kronis yang terjadi pada gigi. Disebut kronis karena proses perjalanan penyakit ini tergolong lama, dan tidak menyebabkan keluhan yang signifikan. Kondisi ini umumnya hanya menyebabkan timbulnya bercak putih, cokelat, atau kehitaman pada gigi.

Karies gigi meliputi proses demineralisasi dan remineralisasi. Ini terjadi ketika bagian luar gigi (enamel) terkena asam akibat hasil produksi bakteri, yang kemudian dinetralisasi oleh ludah.

Bakteri yang berperan dalam karies gigi adalah streptococcus mutans dan lactobacillus. Pada karies gigi, kerusakan struktur gigi belum terjadi, sehingga bila dideteksi secara dini masih dapat dicegah, tanpa perlu tindakan seperti penambalan gigi.

Pada umumnya untuk menghindari karies gigi, kondisi tersebut dapat dicegah dengan:

  • Penggunaan larutan kumur, pasta dan sealant gigi berbahan melepas fluoride, mengandung kalsium atau fosfat.
  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan sikat interdental.
  • Menghindari minuman manis, bersoda, atau yang bersifat asam.
  • Memperbanyak minum air putih.

Kenali kondisi gigi berlubang

Gigi berlubang merupakan rusaknya enamel gigi akibat karies gigi yang tidak dicegah. Kerusakan yang terjadi pada gigi berlubang dapat menjalar ke lapisan di bawah enamel, yaitu dentin.

Pada tahap awal, penderita gigi berlubang akan merasakan keluhan ngilu sesaat, atau setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat dingin, panas, maupun manis. Keluhan ini hanya bersifat sementara, dan tidak akan terjadi jika penderita menghindari jenis makanan atau minuman tersebut.

Pada tahap selanjutnya, dimana gigi berlubang sudah mencapai lapisan dentin, penderita akan merasakan ngilu yang akan bertahan hingga beberapa menit. Selain itu, penderita juga akan merasa ngilu bila lubang pada gigi kemasukan makanan.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa Anda mengalami gigi berlubang, misalnya:

  • Sering mendapati makanan tersangkut di sela-sela gigi
  • Terasa sakit saat menggigit makanan tertentu
  • Bau mulut
  • Permukaan gigi yang terlihat kehitaman.

Untuk mencegah perburukan kondisi, penderita gigi berlubang perlu melakukan tindakan penambalan gigi di dokter gigi. Tanpa perawatan yang tepat, maka gigi berlubang dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu infeksi seluruh ruang saraf gigi.

Itu dia perbedaan antara karies gigi dan gigi berlubang. Dengan mengetahui hal ini, diharapkan Anda bisa lebih peduli terhadap kesehatan rongga mulut. Caranya adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari dan rutin periksa ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

source: klikdokter

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2018 - RS Harum support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 8617212 , 8617213